Pelatihan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Frozen Food dan Fresh Food Perikanan Tingkatkan Daya Saing UMKM

Bireuen, 4 Juli 2026 – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Almuslim melaksanakan Pelatihan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Frozen Food dan Fresh Food Perikanan di Gampong Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 ini menggandeng Poklaksar Kamiikan sebagai mitra dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Almuslim, anggota UMKM, serta masyarakat sekitar.

Pelatihan difokuskan pada penerapan teknologi vacuum sealer dan teknik penyimpanan produk perikanan yang benar untuk menghasilkan produk yang lebih higienis, berkualitas, serta memiliki umur simpan lebih lama. Peserta juga mempraktikkan secara langsung proses pengemasan berbagai produk olahan ikan, mulai dari frozen food hingga fresh food, sesuai dengan standar keamanan pangan.

Ketua pelaksana kegiatan, Rossy Azhar, S.Kel., M.Si., menyampaikan bahwa pengemasan yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk perikanan.

“Melalui pelatihan ini, peserta memahami bahwa penggunaan teknologi pengemasan yang baik, khususnya dengan metode vakum, mampu memperpanjang masa simpan produk, menjaga kesegaran, mempertahankan cita rasa, serta mengurangi risiko kontaminasi. Dengan demikian, produk menjadi lebih aman, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar modern maupun pemasaran digital,” jelas Rossy Azhar.

Sementara itu, Ketua Poklaksar Kamiikan, Ulya Khairuni, S.Pi., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis mengenai teknik pengemasan yang benar, mulai dari pemilihan bahan kemasan, proses penyegelan, pelabelan, hingga penerapan prinsip kebersihan dan kehalalan produk.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan cara mengemas produk secara profesional, higienis, dan sesuai standar keamanan pangan serta prinsip halal. Pengetahuan ini akan membantu pelaku UMKM menghasilkan produk yang lebih menarik, terpercaya, dan siap dipasarkan ke pasar yang lebih luas,” ungkap Ulya Khairuni.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk olahan perikanan sekaligus memperluas peluang pemasaran. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis mengenai teknologi pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan produk perikanan yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *